Anak Spesial: Perhatian Spesial (Dislexia)

Anak Spesial: Perhatian Spesial
(Dislexia)
         Beberapa tahun terakhir saya sering berkecimpung di dunia pendidikan. disana saya menemukan karakter anak yang berbeda-beda. Dari situlah saya mulai belajar bagaimana  agar mereka tetap bisa belajar selama saya diajar dan mengalami perkembangan. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan solusi agar saya lebih dekat dengan mereka. 
           Saya mulai masuk dalam dunianya. Saya mencoba merasakan bagaimana saya di posisi mereka jika saya berikan peringatan.  seperti pepatah" writer as reader" yang berarti penulis bisa memposisikan sebagai pembaca ketika memperbaiki tulisannya. seperti halnya kita dalam mendidik, kita juga harus tahu tentang anak didik kita. Kita posisikan kita seperti mereka jika kita memilih model pendidikan yang dirasa sudah cocok dalam pendidikan anak didik yang kita temui.
 Beberapa kesempatan saya menemukan beberapa jenis anak didik mulai dari anak biasa  sampai berkebutuhan khusus. Dari situlah saya mengenal tingkat psikologi anak berbeda.  mungkin yang dirasa para peendidik yang duduk di lembaga umum hanya bisa mengenal bagaimana penanganan anak biasa. tapi berbeda halnya dengan anakberkebutuhan khusus. mereka lebih mengenal tentang kondisi hati  selama kita mendidiknya. 
  dislexia merupakan kelainan anak yang mana anak tersebut sulit untuk menulis dan membaca.  anak-yang memiliki kelainan ini biasanya lebih banyak berkembang dibidang visual. imajinasi mereka sangat luas ketika diminta untuk mengambarkan sesuatu.  daya ingat mereka lebih tajam daripada daya ingat anak biasanya.lantas bagaimana cara penanganannya?. disini saya bercerita tentang murid pertama saya yang bernama qolbi. dia adalah murid pertamaku yang mengalami sindrom ini. dialah yang mengetuk pintuku untuk membantu menyelesaikan permasalahannya dalam proses belajar. saya rajin  mengajari menulis dengannya. berbagai cara. dengan media  tulis di tangannya agar dia merasakan cara menulisnya. dengan membuat puzzle huruf yang sama seperti "M", "W", "P","d","r" dan "7".  tujuannya adalah agar dia tetap tahu dan mengenal huruf. namun dibalik kesulitan belajarnya, ternyata dia memiliki kelebihan dalam mengotak atik sesuatu menjadi bergerak seperti penggunaan sumber energi dari dinamo untuk merangkai beberapa alat bergerak. bahkan pemikiran anak dewasa seperti ini tidak sampai dalam memikirkannya. setelah 8 bulan saya belajar bersamanya.dia mulai bisa membaca dan menulis meskipun ada beberapa yang masih salah. tapi disini saya melihat bahwa perkembangan visualnya lebih melejit daripada perkembangan di bidang akademiknya.
kemudian  di sekolah baru ini, saya dipertemukan dengan anak spesial kembali. dia bernama Syifa. syifa adalah anak yang mulai terkondisikan kesantunannya dan mulai bisa menulis belum lama ini. komunikasinya sangat lirik sehingga saya sebagai pengajar harus siap bagaimana penyelesaiannya.  imajinasinya sangat terlihat ketika diminta untuk menggambar. ketika dia menghiasi hasil karyanya, dia selalu mengambar apa yang dipikirannya. dia juga lebih sensitif ketika saya mengajar dia dengan kondisi emosi yang tidak stabil. akhirnya dia bisa santun dengan saya dan mulai mau berinteraksi dengan saya dengan posisi pengajar baru di sekolah tersebut.
 demikian pengalaman yang saya temukan  dunia pendidikan. semoga bermanfaat. aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2025: Di Akhir Cerita Penuh Kata ─ Ngunduh Wohing Pakerti

Cara Membuat Batik Tulis

Mekar Merunduk