Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018
Agustus, 2017   aku  ditempatkan mengabdi masayakat di dukuh Dilem Desa Karangan.  aku menemukan wajah-wajah baru yang begitu menarik hati untuk mengenal lebih jauh. senyum sapa mereka menyambut kami yang baru datang dari perkotaan.  untung saja kami cepat beradaptasi denganmasayakat dan bisa membantu kesulitan yang ada di masyarakat.   aku selalu membantu mereka dalam mengenal kebudayaan islam yang ditinggalkan  dan perlu dilestarikan.   aku mengajak masyarakat untuk belajar bersholawat berjanzen dan mengadakan khataman setiap 2 minggu sekali.   awalnya aku kaget dengan kondisi masyarakat yang sangan berbeda dengan rumahku. padahal dilihat dari segi geografisnya. letak rumahku sangat berdekatan dengan kecamatan ini. tidak heran keseharian yang kutemui di dukuh ini sama dengan yang kulakukan di rumah.  selain membantu kesulitan masyarakat yang ada, aku juga mengorek  sekelebat tentang sejarah dilem.  ternyata ...

secarik cerita santri

Relung   Sendung desa Santri :   Bentuk Pluralisme kelompok Masyarakat Oleh : Septian Eka Pratiwi Masa Kecil Dulu, banyak orang Indonesia merantau ke Malaysia   untuk memakmurkan kehidupan keluarganya .   Mereka beranggapan jika merantau maka akan mendapat uang ringgit yang kurs-nya cukup tinggi ditukar ke nilai rupiah waktu itu. Ibuku adalah salah satu orang yang mempunyai gelar sarjana muda dari ribuan pekerja Indonesia di Malaysia. Ia memutuskan untuk pergi ke Malaysia agar dapat membantu nenek menafkahi   saudara-saudaranya yang masih sekolah.   Sampai 4 tahun kemudian, ibuku   dan ayahku yang   asli dari Tulungagung menikah di tempat perantauan. Satu tahun lebih setelah pernikahan   tepat tanggal 11 September 1996   aku lahir dengan umur 7 bulan dalam kandungan. Oleh   karena itu, aku terlihat kuat dan sempurna dari fisik tapi fisik dalamku tak sekuat teman lainnya . Kala itu   ayahku   sibuk dengan bisnis...