2025: Di Akhir Cerita Penuh Kata ─ Ngunduh Wohing Pakerti
Ini adalah
konferensi kelimaku yang menurutku sangat damai dengan angin
semilir di pojok rumah oriented Jawa─Joglo. Bisa presentasi di rumah itu rasanya enak
sekali─segar dan tenang. Selain aku menyukai menulis, aku juga berharap
suatu hari nanti tulisan-tulisan yang sudah kutulis akan memberikan cerita tersendiri
bagiku dan bagi orang yang membaca─ syukur-syukur. Rasa syukurku tak terkira
bisa menulis kembali dan bertemu sapa baik online ataupun offline dengan guru-guru di saat dulu aku berproses. Indah, Bukan?. Tapi,
kali ini aku bukan menceritakan masa aku berposes saat itu melainkan aku
menceritakan tahun yang menurutku seperti benar-benar naik roller coaster. Hehe.
Bagaimana bisa menyibukkan diri seasik ini?. Memenuhi kegiatan keseharianku akan membuatku tidak memikiran fikiran orang lain. Kok bisa
senang terus?. Karena yang tidak senang tidak aku ceritakan. Biarkan mereka
berpikir dengan pemikirannya sendiri dan aku tetap menyentang wishlistku. Aku senang. Mari kita rayakan.😁
Aku mempercayai bahwa kekuatan ngunduh wohing pakerti itu ada. Mmm, mungkin adalah doa-doa orang-orang yang pernah sambat kepadaku hingga kemudahan-kemudahan muncul dalam hidupku. Saat aku menjadi penikmat bacaan─sampai sekarang aku menikmatinya dengan kopi─ rasa ingin tahuku semakin tak ingin berhenti. Hingga munculah orang-orang yang selalu memotivasiku untuk menulis dan membuatku tak ingin berhenti ngunduh hanya pada titip membaca. Ya, menulis. Menulis apapun itu. Karena dengan begitu kamu selalu ada meskipun kamu sudah tiada─Sripta Manent Verba Volant.-:).
Ternyata, menulis itu tidak semengerikan yang orang-orang ceritakan, ya. Tentang menulis itu sulit. Tentang menulis itu hanya bagi orang-orang yang pintar.Jujur saja, aku tidak begitu pintar. Hanya saja, kadang aku bingung tidak bisa mengontrol rasa ingintahuku. Rasa emosional─sedih dan suka─itu selalu ada. Namun, yang membuat tidak ada adalah kematian fikiranku sendiri. Jadi, ini adalah jalur jalanku. Menulis ketika kehampaan, kesepian dan kebrutalan itu datang. 😂
Terimakasih selalu bertumbuh tanpa harus gupuh. Tetap pada jalurmu dan semesta akan mengaminimu.🌵🌼

Komentar
Posting Komentar