Sudahkah Ikhlas untuk Sebuah Mimpi(?)

 

            Berbicara mimpi kalau tidak dipersiapkan hanya sekedar mimpi  di angan-angan. Tidak lebih dari itu. Ketika seseorang memutuskan untuk meninggalkan disitu pula sebuah keseriusan ternilai. Ya. Pasti akan ada masa yang akan membuat  diri ini lebih berkembang atau entah akan menjadi bertambahnya pengalaman akan membuat diri ini menjadi berkelas. Karena semakin berpengalaman  akan menjadikan seseorang mempunyai value tersendiri.

Semua yang terbangun sampai detik ini bukan berarti kamu berhenti untuk tidak berjuang. Melainkan mengubah strategi untuk menjadi lebih baik. Mengembalikan senyum yang ikhlas dalam diri, ketenangan dalam jiwa dan menghargai langkah agar lebih bermakna apa  sebenarnya arti dari kata ”berkah”.  Untuk mendapatkan keberkahan maka juga perlu penyeimbangan hubungan antara Allah dan manusia. Indah bukan?.  Jika merasa belum merasa  nikmatnya hidup, yuk intip keberkahan kita dari tolak ukur apa sih (?).

Begitu pula keterkaitan soal pilihan.  Bisa jadi pilihan itu berat karena diri ini merasakan bahwa semuanya 100% sudah hak paten. Bisa jadi menjadi ringan  kalau  dalam mindset kita sudah terpaten bahwa”semuanya akan tertakar tanpa ada rasa tertukar”.  Kata ikhlas itu memang mudah dikata, akan tetapi untuk menuju ikhlas perlu waktu untuk menata hati dan fikiran. Keputusan besar atas pilihan?. Ya. Segila itu memutuskan?. Ya. Karena dengan  memutuskan  sudah banyak mempertimbangkan semua yang mungkin bisa jadi orang lain menganggap hidup itu sudah mapan dengan segala hal. Bukan. Bukan seperti ini konsepnya. Lebih pada konsep bagaimana mewujudkan mimpi kita sesuai definisi mimpi yang kita punya.  Karena menyamakan definisi mimpi  juga menyamakan definisi keikhlasan?. Iya bukan? . Yuk, semangat bertumbuh dan memperbaiki.

 

Catatan ini hanya  sebagai pengingat

In Note: SZ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2025: Di Akhir Cerita Penuh Kata ─ Ngunduh Wohing Pakerti

Cara Membuat Batik Tulis

Mekar Merunduk