TERJATUH DALAM UNTAIAN SKENARIO_MU
kita memnag tidak boleh secara singkat menjudge kehidupan secara singkat tanpa harus melihat kanna kiri. sejatinya apa yang sudah digariskan pada kehiduapn kita adalah yang terbaik untuk diri kita. seperti kehidu yang saya alami saat ini.
setelah merasakan namanya family sick. aku merasakan eberapa perubahan baik dari segi mental, sikap ataupun kebiasaan. aku berasaha bangkit sejak tingkat ketidakkuatannku dalam menghadapi permasalah dalam keluarga. pemurung pendiam dan lebih menyediri adalah caraku untuk berdialog dengan diri. akhirnya saya menyibukkan dengan berbagai keadaan dan selalu menjadi sosok yang periang. maka dari banyak yang mengenalku adalah sebagai sosok yang memiliki tekad kuat, semangat dan tak pernah lelah dalam berporses. padahal saya melakuakan semua itu agar tidak selalu teriat pada masa- masa yang membuatku tak ingin hidup di tempat aku besar.
aku mulai mencari fakta tentang apa yang selalu dikatakan nenek tenga ayah dan ibu. hingga akhirnya suatu waktu aku meminta ibu untuk merasakan kehidupan dengan ayah dan ibu. karena bagiku berkumpul dengan keluarga adalah salah hal yang paling bahagia dalam hidupku. sederhana tapi penuh dengan makna.
hingga akhirnya sampailah aku ke temoat dimana itu bisa sya katakan adalah rumahku. rumah kecil dengan dilengkapi oleh ayah dan ibu. rumah itu adalah tempat dimana aku dibesarkan sapai berumur 2 tahun. aku tak bisa mengatakan apa apa selain mengucapkan trimaksih kepada sama maha esa yang telah memberiku kesempatakn untuk merasakan semua ini. JIran . itulaha nama sebut negara itu. negara yang kuidamkan dengan segala kejutan yang harus kupecahkan.
hingga akhirnyaaku menemjukan fakta bahwa aku memiliki beberapan saudara tiri yang membuat saya lebih terjatuh. sakitnya lagi ketika aku mendengarnya bukan dari mulut ayah ibu saya sendiri. aku berusaha bertanya dengan mulut gemetar dengan ibuku. meskipun jawaban itu yang membuat aku lebih senang dan seding. lebih tepatnya kecewa. mengapa kebohongan ini terbuka di mataku sendiri. menangis iya. kecewa iya. tapi aku harus kuat meskipun keadaan tak ada yang mendukungku sama sekali.
hingga akhirnya aku haru kembali ke indonesia dan memiliki cita-cita untuk berkumpul kembali denga keluargaku itu etelah selesai kuliah. merekalah motivasiku untuk segera menyelesaikan program strataku. akan tetapi takdir memang berkata lain, ya akhir terbaring di tempat tidur rumah sakit karena tipus yang kuderita. ibukkku pulang. dan aku melarangnya karena aku tahu harga wisuda mahal aku memutuskan untuk tidak bilang kepada ibu tentang banyaknya kertas yang harus ku keluarga untuk masa-masa skripsi.
waktu berjalan begitu cepat. ujian skripsi sudah selesai. kuliah lagi atau kerja adalah pilihan yang sangat berat. ku ingin melanjutkan kuliahkun dengan linieritas yang kucita-citakan. ternyata tuhan berkata lain. aku terlempar di jurusan yang tak pernah aku sukai sejak dulu. lebih baik dia, seneng dan lebih berpikir untuk merendahkan ego. meskipun aku saat itu diam-diam mendaftar ke univ ersitas lainnya juga. tahun kemarin adalah tahun dimana aku lulus. tahun yang memintaku untuk segera enyah dari kota ini.
perjalanan dimulai lagi,,,,,
trimakasih atas semua ceritaMU yang kau berika padamu. Indah bermakna dan penuh tantangan.....
Komentar
Posting Komentar