Teman Duduk Terbaik

Dunia menulis...
  Dunia ini ternyata menjadi tujuan akhirku setelah mengetahui bahwa membaca adalah dunia yang sangat luas dan menulis adalah salah satu cara bagaimana untuk bisa masuk di dunia luas tersebut. Awal pertama menulis adalah ketika  aku suka membuat  puisi di masa SMA. Aku suka membaca beberapa buku-buku yang membuat saya ingin melakukan hal-hal yang saya baca kapanpun dan dimanapun. semenjak itu aku mulai menulis cerita pendek. aku masukkan dalam perombaan cerita pendek.
    Pada masa perkuliahan, aku tertarik untuk menjadi anggota pers mahasiswa. untuk mengetahui  bagaimana perbedaan antara menulis berita dengan mebuat deskripsi argumentatif. aku mulai tahu bagaimana seni menulis. aku mengikuti lomba artikel yang sempat membuat tertawa ketika saya buka lagi sekarang. saya menemui teman-teman yang suka dengan literasi. dengan keadaan apapun, membaca adalah teman terbaik dalam memngisi waktu senggang.  setiap waktu apapun aku mengunjungi perpustakaan hanya ingin mengetahui sejarah islam yang ada di timur tengah dan di Indonesia. karena hal ini menjadi obat rinduku dengan sahabat-sahabatku SMA yang selalu membahas tentang masa keemasaan Islam ketika di Eropa.masa dimana Bani Abbasiyah dan Bani Umayyah 2 mulai menyebarkan Islam di dunia Eropa. aku mencoba menulis beberapa Artikel di berbagai media massa. ya, namanya mencoba ya begitulah ada yang diterima ada yang ditolak. 
aku mulai mengikuti beberapa seminar kepenulisan. aku mencoba masuk dalam beberapa perlombaan menulis untuk melatih skill menulisku.
    Mizan. penerbit favoritku. penerbit yang memberiku stimulus untuk melakukan hal hal yang impossible. banyak buku dari Mizan yang membuat jatuh cinta. dari sinilah aku melakukan Khoiru Jaalisin Fizzamani Kitaabun. dimanapun berada, kubawa buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosan. sering sekali temanku menyebutku si kutu buku. ya, gimana lagi aku. aku hanyalah butiran debu.tanpa baca buku aku semakin dungu. dan sekarang aku mulai tahu betapa pentingnya dalam membaca dan menulis. trimakasih atas segala nikmat  yang telah Kau beri.



terucap salam untukmu,
Bapak Lukman Santoso, Keluarga Lembaga Pers Mahasiswa,  Bapak Ahmadi dan teman-teman sengeyelan dalam Literasi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

2025: Di Akhir Cerita Penuh Kata ─ Ngunduh Wohing Pakerti

Cara Membuat Batik Tulis

Mekar Merunduk