Pare Kampung Inggris, Kediri



The Miracle of Praying 
 ( Beasiswa PKK Mahesa Institute Kediri Ponorogo)
            Namaku septian Eka pratiwi. Aku berasal dari kota reog ponorogo. Aku selalu berani dan bersikukuh untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. karena aku mempunyai janji pada dirinya untuk membanting diri sebelum dibanting  oleh kerasnya kehidupan. Tidak menyangka kegigihanku untuk merasakan belajar di kampung inggris itu menjadi kenyataan saat ini. aku mendapatkan beasiswa selama sebulan untuk merasakan asiknya  kampung inggris seperti yang pernah diceritakan oleh teman-temanku. 
            Awalnya aku merasa pesimis  akan beasiswa itu. sampai-sampai aku pun tidak memperdulikan  tentang pengumuman yang bertahap.  Hingga akhirnya temanku memberi tahu bahwa aku lolos dalam beasiswa tersebut.  Namun perjuanganku tidak berhenti sampai situ saja. aku harus mencari uang pesangon untuk menghidupi selama aku belajar di kampung inggris. Aku berpikir-pikir tentang  apa ya bisa menambahkan  pesangon sebulan ini. Aku tidak mungkin  melanjutkan jualan onlineku dan mengerjakan beberapa pekerjaan onlineku selama disana setelah di lelahkan tugas di kursusan. akhirnya ia menemukan  bisnis baru  jastip( jasa titip) beli buku. banyak sekali ternyata yang order. 
            Minggu pertama disana aku  merasakan culture shock.  karena otomatis kegiatan rutinitas aku berubah 98%.   sampai- sampai aku pun jatuh sakit di tempat perantauan.  disisi lain aku sangat senang sekali mendapatkan beasiswa ini . dengan bertemu mr ibad, mr ari, miss gita dan miss sri membuat aku benar-benar enjoy belajar disana.  aku juga sangat senang mendapat pengalaman belajar dengan teman-teman barunya yang berasal dari berbagai pelosok negeri sampai-sampai tidak ada rasa bosan dalam menikmati hidup   selama di tempat perantauan. Kegiatan selama disana sehabis subuh aku dan teman-temannya mendapat homestay program dan  dilanjut persiapan berangkat mengikuti kelas. aku dan temannya-temanku selalu berjalan  menuju kursusan.
            Jam pertama selesai sampai jam 9.  Biasanya aku makan di warung “ Mbah Uti” . warung ini menjadi tempat legendaris selama kita disana.  Selesai makan biasanya kita langsung kembali kekelas dan mengikuti kelas kedua.  Kelas kedua ini selesai sampai  jam 12. Dan ini waktu yang kutunggu-tunggu untuk berjalan-jalan di  took buku dan mencari makan untuk makan siang dan malam.   Setelah itu aku pulang ke home stay. Sampai di homestay, aku langsung menunaikan sholat dan istirahat karena jam 2.30 nanti aku haru bertemu kelas speaking bersama mr arid an dilanjut dengan mr ibad  di kelass grammar. Waktu magrib kita biasanya sudah bisa meninggalkan kelas dan biasanya kita beli bakso di depan office yang membuat ketagihan. Sampai homestay  biasanya kita sholat dan mengikuti program homestay sampai pukul tujuh. Setelah itu biasanya kita beraktifitas bebeas tapi biasannya kita menganti mandi karena kita belum mandi dari sore tadi. Wkwkwkwk.
  Selama aku disana  aku berjalan menuju logo kampong ingggris dan menikmati ramainya malam minggu disana dengan berbagai aktifitas mulai dari membuat video  tentang percakapan bahasa inggris. kampung ini memang asik sekali untuk memngasah bahasa inggris.
            Dua minggu berjalan selama disana, aku mulai mengenal karakternya teman-teman baru. Apalagi sosok dari Madura yang selalu membuat tertawa sekelas ketika maju di kelas dengan segala kepolosannya. Dia bernama mr wafi.  Sampai-sampai aku  pendekatan dengannya karena penasaran dengan pernyataan yang  ia lontarkan.
             Memang benar kata mr. Ari. Kita memang istimewa.  Dengan keistimewaan kita yang  selalu  didiamkan dengan game-game yang membuat kita diam beribu bahasa. Bisa dikatakan  kalau aku ditemukan  di kelas yang benar-benar membuat aku enjoy dengan karkterku yang tidak bisa diam.  Ucap syukurku kepada Allah telah mengabulkan doaku selama ini lewat mahesa institute.   
Catatan kecil ini untuk semua yang aku kenal selama disana tepatnya di Mahesa Institute:
Mr. Ibad( Tutor Grammar), Mr. Ari (Tutor Speaking), Miss Sri dan Miss Gitta( Tutor  homestay) Mr. Ali dari  Kasihan Jogja, Mr. Wafi dari Madura, Mr. Naja dari Kediri, Mr. Hendra dari Sumatra, Mr. Rudi,  Mr. Udin dari Nganjuk, Mr. Alvin dari Nganjuk, Mr.Fawwaz dari Bandung, Mr. Falikh(Subasa), Mr.Aulia dari Kediri. Mis Novia( kemuampleng) dari Nganjuk, mis winda dari Kediri, Miss Aiz dari Gresik, Miss Mei dari Kendal,  miss elok dari Banyuwangi, Miss Aisyah dari Bojonegoro, Miss ana dari kediri, Miss Hetti( nguanyelke) dari Kediri.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

2025: Di Akhir Cerita Penuh Kata ─ Ngunduh Wohing Pakerti

Cara Membuat Batik Tulis

Mekar Merunduk