santri dan cita-cita

Menjemput Lillah

       Terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu dikabulkan oleh Allah. oleh karena itu, kita sebagai hambanya tidak boleh menaruhkan harapan besar lebih dari harapan yang kita berikan kepada Allah.  setelah menyelesaikan program sarjanaku, aku mempunyai keinginan untuk melanjutkan ke negara impian, Malaysia. dengan segala tekadku aku selesaikan skripsiku untuk segera mengambil liburan dan pergi ke Malaysia. 
         Ternyata rencanaku tak semanis dengan mimpiku. aku diharuskan untuk  istirahat di rumah sakit satu minggu hanya karena tipus dan demam berdarah. aku putuskan untuk mencari beasiswa ke luar negeri dengan menjadi TKW di Singapura dua tahun. ya, namanya restu orangtua sangat penting  .makanya aku mengurungkan berangkat ke negeri lion itu. 
 Atas seizin orangtua, aku mencoba mengikhlaskan untuk tidak apply beasiswa ke foreign. aku mencoba memahami dengan keadaan. tapi tetap saja masih ingin mencoba apply ke luar negeri, mimpi yang begitu besar yang telah aku pupuk sejak memasuki kuliah. 
 Tepat bulan ketiga, Maret, aku melihat teman-teman yang di universitas lain sudah memakai toga dan mencoba apply beasiswa. tak lama kemudian, mereka memberikan bentuk kebahagiannnya dengan membuat status  yang berhubungan dengan scholarshipnya. kusiapkan kuda-kuda untuk  meluluhkan toefl test yang katanya tingkat dewa kesulitannya.  
 selain mengerjakan skripsi dan kerja untuk menyambung hidup, aku mencoba untuk selalu melanyahkan bahasa inggrisku. sampai pada akhirnya tepat pada targetku untuk menyelesaikan studi ku. aku mencari toefl test yang murah dan terlegalisir oleh PT. English Testing Company.   ternyata badan memberi alarm untuk istirahat lagi karena stamina mulai menurun.
banyak yang menyayangkanku untuk mengambil magister dengan tidak linier dengan jurusan yang aku ambil.  aku tetap mencoba untuk mencari toefl test dan  mengejar cita citaku stidaknya di malaysia. 
 terkadang ingin menyerah dan berhenti  dengan studi yang saya ambil. tapi yang mbeuat saya lebih indah adalah ketika saya selalu yakin bahwa rencana Allah lebih indah. 
 lambat waktu, izin orangtua mulai kugenggam untuk apply ke luar negeri. sembari keinginan ibu untuk melanjutkan magister di perguruan yang sama. aku juga tetap mengikuti kkeinginan ibuku dan berusaha untuk cari TOEFL.  semoga  usahaku ini menjadi Lillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2025: Di Akhir Cerita Penuh Kata ─ Ngunduh Wohing Pakerti

Cara Membuat Batik Tulis

Mekar Merunduk