Agustus, 2017
aku ditempatkan mengabdi masayakat di dukuh Dilem Desa Karangan. aku menemukan wajah-wajah baru yang begitu menarik hati untuk mengenal lebih jauh. senyum sapa mereka menyambut kami yang baru datang dari perkotaan. untung saja kami cepat beradaptasi denganmasayakat dan bisa membantu kesulitan yang ada di masyarakat.
aku selalu membantu mereka dalam mengenal kebudayaan islam yang ditinggalkan dan perlu dilestarikan.
aku mengajak masyarakat untuk belajar bersholawat berjanzen dan mengadakan khataman setiap 2 minggu sekali.
awalnya aku kaget dengan kondisi masyarakat yang sangan berbeda dengan rumahku. padahal dilihat dari segi geografisnya. letak rumahku sangat berdekatan dengan kecamatan ini. tidak heran keseharian yang kutemui di dukuh ini sama dengan yang kulakukan di rumah.
selain membantu kesulitan masyarakat yang ada, aku juga mengorek sekelebat tentang sejarah dilem.
ternyata Dilem merupakan sebutan dari sebuah pohon Dilem yang daunnya lebar-lebar seperti daun mangkok. maka dari itu daerah tersebut dinamakan dengan dusun Dilem.
ketika aku bermain di daerah barat. aku menemukan pohon jati yang begitu besar dengan di pohon bringin yang merambatinya berdiri kokoh di tengah tempat pemakaman masyarakat. konon ceritannya jati itu adalah asal-usul dari dari nama Desa Karangan. karena jadi tersebut menua dan mengarang maka nama desa ini dinamakan Karangan.
selain itu, aku juga mendapatkan sebuah alat tabuhan besar seperti alat hadroh. ukurannya yang begitu besar membuat saya heran sejak kapan barang tersebut dibut.
di daerah Karangan yang termasuk dukuh dilem ini ternyata sudah mengenal sholawatan dan tabuhan kesenian Islam. karena tidak ada yang melestarikan akhirnya kebudayaan sholawat dan menabuh alat yang dinamakan gandrung tersebut mulai hilang tergerusnya zaman.
selama aku mengabdi di dukuh Dilem ini. aku mengajak adik-adik untuk mengajak anak-anak untuk belajar. bentuk belajar yang kuajarkan adalah dengan kembali dengan alam. saat ini istilah tersebut dinamakan sekolah alam. sekolah yang dilandasakn dengan memanfaatkan dengan lingkungan disekitar. aku sangat senang bertemu dengan adik-adik yang sangat antusias dengan bentuk pembelajaranku.
ilmu yang kudapatkan selama ini kutularkan kepada mereka agar mereka mengetahui betapa kejamnya dunia jika mereka tak mengenal ilmu. syukurku selalu ku panjatkan kepadaNya atas kesempatan yang telah diberi untuk bertemu dengan anak-anak di dusun ini.
keeratan yang kujalin selama aku singgah di dusun ini membuatku tak bisa menahan airmataku karena harus berpisah. motivasi dan semangat yang membara membaut mereka tetap tegar untuk tetap meneruskan kehidupannya setelah kami kembali ke Rumah masing-masing.
ribuan tromakasih kuucapkan kepada Dilem yang telah memberikan berbagai warna dalam cerita kehidupanku. disanalah aku mulai mengerti apa itu ketulusan. disanalah aku mulai bersemangat untuk untuk selau berbagi ilmu dimanapun aku berpijak. dan disanalah aku mulai mengingat kembali jati diri Indonesia yang terkenal akan keramahannnya dan eksotika Alamnya.
Komentar
Posting Komentar